JAKARTA — Kabar delapan pulau di Kepulauan Seribu yang disebut “menghilang” masih simpang siur. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut kondisi itu berkaitan dengan faktor alam, sementara DPRD DKI meminta penelusuran penyebabnya.
Ahok: Pulau Bisa Hilang Saat Pasang
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, hilangnya pulau-pulau tersebut disebabkan faktor alam. Menurutnya, pulau bisa tidak terlihat ketika air laut sedang pasang, lalu muncul kembali saat surut.
“Pulau-pulau itu kalau lagi pasang (air lautnya) hilang kan begitu, enggak pasang ada lagi tuh (pulaunya),” ujar Ahok di Balaikota Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2014).
Ahok menyampaikan, Pemprov DKI masih berupaya agar beberapa pulau yang dilaporkan hilang-timbul tersebut bisa dieksplorasi lagi agar tetap terjaga. Salah satu upaya yang didorong, kata Ahok, ialah membuka kerja sama dengan pengusaha untuk pembangunan resort wisata.
“Makanya kita lagi mau dorong para pengusaha (di pulau-pulau yang suka hilang itu). Suruh pengusaha bikin resort saja di sana, kerjasama. Reklamasi balik, dilebarkan jadi bikin resort,” katanya.
DPRD DKI: Pemprov Harus Jelaskan Terbuka
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Haji Lulung menyebut selama satu tahun terakhir sudah ada delapan pulau di Kepulauan Seribu yang hilang. Ia mengatakan Pemprov DKI belum bisa menjelaskan penyebab hilangnya aset tersebut dalam jangka waktu setahun.
“Sampai saat ini, pemprov belum bisa menjelaskan kenapa aset itu hilang secara tiba-tiba dalam jangka waktu setahun,’’ kata Lulung di Gedung DPRD DKI.
Lulung meminta Pemprov DKI segera menelusuri penyebab hilangnya delapan pulau tersebut. Setelah penyebabnya diketahui, Pemprov diminta menjelaskan hasilnya secara terbuka kepada publik.
Dugaan Penyebab: Abrasi hingga Aktivitas Ilegal
Penyebab hilangnya pulau itu sempat diduga karena adanya pengerukan ilegal. Namun pihak lain menyebut, hilangnya pulau-pulau tersebut dipengaruhi faktor alam, yakni abrasi atau pengikisan daratan oleh air laut.
Lulung menduga, hilangnya delapan pulau itu dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya fenomena alam, pengerukan pasir ilegal, penjualan pulau secara ilegal, dan penambangan liar.
Hingga Selasa (16/12/2014), kabar hilangnya delapan pulau di Kepulauan Seribu masih menjadi perhatian. Penjelasan yang beredar berbeda, antara faktor alam dan dugaan aktivitas ilegal, sementara DPRD DKI meminta Pemprov DKI segera menuntaskan penelusuran serta memaparkan hasilnya kepada publik.
Sumber: harianterbit.com / ZM



